apa? Titania August?! si perempuan menyebalkan itu?!
'Jo, lo besok mentor
si Titania August oke? ini datanya..'
'orang ini Ad?'
'iya lah, lo kira siapa lgi. heh itu
cupcake lo jatoh. ngotorin lantai gawean lo. gue cabut! see ya'
gak masalah aku jadi mentor. tapi jadi mentor si gendut titania august itu??? bah! celaka 13 namanya! sebenarnya, bukan gara-gara dia gendut aku gak mau jadi mentor dia, tapi...
si gendut itu mana?! orang itu... Menyebalkan sekali! apa tidak ada mahasiswi yang lebih cantik dari dia yang bisa aku jadikan adik tingkat? ospek kali ini, PAYAH! mana pula si gendut itu? orang yang dulu membuntutiku ke mana-mana! sampai kelas 3smp, dia masih saja menyukaiku! maaf, tapi dia bukan levelku titik! dia agresif, tidak manis, tidak langsing, tidak cantik dan pendeeeek! jangankan dijadikan pacar, dijadikan teman saja MEMALUKAN
'kak Jo, maaf aku terlambat...'
suara itu, sangat pernah aku kenal. hehhhhhhhhhhhhhh, pasti si gendut itu. aku harus mempersiapkan muka terbengisku untuk memarahinya. satu, dua, tiga! aku balik badan dan ya Tuhan apa benar dia si gendut itu???
'kak Jo maaf...' suara itu mulai mengusik
kesadaranku
'ya, sudah sana. ganti kostum.
ingat, buah KESEMEK kaya' muka DEMEK kamu!'
si gendut pun menghilang... tunggu apa dia benar-benar si gendut? ya mirip sih, masih sedikit gendut. tapi sepertinya dia tambah 5 cm lebih tinggi, rambutnya juga tambah panjang. hidungnya tetep pesek, eh tidak! apa aku sedang memperhatikannya! tidak-tidak! aku hanya menduga! tidak, dia tidak manis sedikit pun! tidaaaaaaaaaaaaaaaaak
'kak Jo, sekarang aku harussssss?'
eh, dia tambah lucu pake kostum kesemek itu, bulet...
'harus, sebarin brosur minum jus
itu sehat ke semua orang lewat. seribu eksemplar! ngerti?!'
'iya kak Jo...'
kenapa dia gak kedip-kedipin mata dia kaya' kelas 1smp dulu? kenapa gak kecentilan lagi? padahal, kalau sekarang, dia lumayan kok ;) eits, kok dia lagi?! udah ah bete gue.
1jam kemudian...
'Jokep! Jokep!!! adek tingkat lo
tuh!!!!'
'siapa?'
'sial lo Jokep! itu si Titania! dia pingsan! lo gila
apa! tanggung jawab lo!!'
apa? si gendut?!! entah aku sinting atau tidak tapi, kaki ini terus memaksaku berlari ke arahnya. hah aku peduli pada si gendut? tidak tidak! mungkin karena kasihan. tidak lebih! titik!
tapi, apa itu? untuk apa Reza mengangkatnya? Hey bodoh! dia tanggung jawabku!!!!!!!!!! aku pun berlari mendatangi si Bodoh --rivalku yang baru.
hei, apa aku memanggilnya rival? tidak! ku ulangi lagi, Reza si Rival. aaaaaaaaah masa bodohlah!